Muhammad Nawir Messi

Lahir di Makassar 1 Desember 1957, menyelesaikan S1 di Universitas Hasanuddin Makassar tahun 1983, Diploma Sains (Dpl.Sc) di the Australian National University (ANU), Canberra, Australia 1991, dan Master di bidang Studi Pembangunan di universitas yang sama tahun 1993.

Memulai kariernya sebagai Peneliti pada the Center for Policy and Implementation Studies (CPIS), lembaga riset kerjasama antara Harvard Institute for International Development (HIID) dengan pemerintah Indonesia (1984-1994), Direktur Indef, Peneliti Senior di FASID (Foundation for Advanced Studies on International Development), Tokyo, Ekonom proyek ADB (Asian Development Bank) di bidang Reformasi Industri dan Perdagangan; Ekonom proyek USAID (the United State Agency for International Development) di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pembangunan Ekonomi; Ekonom, the United Nation Development Program (UNDP) untuk pengembangan UN Framework on Poverty Eradication; Ekonom, proyek-proyek Bank Dunia dalam kerangka Deregulasi Pertanian.

Pada tahun 1999, ia mengemban tugas sebagai Deputi Sekretaris Presiden Republik Indonesia bidang Pengendalian Ekonomi dan Pemerintahan, dan Anggota Dewan Maritim Indonesia tahun 1999-2004, Komisioner KPPU-RI 2006-2012, serta Ketua KPPU 2011-2012 dan 2013-2015. Sejak 2018, Nawir juga bekerja sebagai Penasehat bidang Ekonomi di Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia(KPPU-RI), serta Penasehat bidang Kebijakan Persaingan dan Pembangunan Ekonomi di the United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD), Geneva, Swiss. Selama mengemban tugas di bidang kebijakan persaingan, ia aktif sebagai pembicara di berbagai konperensi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga menginisiasi pembentukan, sekaligus sebagai Ketua, berbagai organisasi internasional seperti ASEAN High Level Meeting on Competition(AHLMC), EATOP Competition Forum (East Asia Top Level Meeting), Asean Annual Conference on Competition (ACC), dan ASEAN Expert Group on Competition (AEGC). Sebagi bagian dari Peer Review Program, UNCTAD memberi mandat untuk evaluasi kebijakan ekonomi dan persaingan usaha Pilipina, Pakistan, dan Papua New Gini. Ia juga terpilih sebagai Presiden pada sidang tahunan Inter-Governmental Expert of the Unted Nations Conference on Trade and Development (IGE-UNCTAD) tahun 2013 di Genewa, Swiss.

Di luar kesibukannya sebagai peneliti, ia juga pernah aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, antara lain Program Pasca Sarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjajaran (FEB-UNPAD), Bandung; Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI); Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP-UI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).