Sejarah BSBI

Wacana pembentukan BSBI digulirkan pada tahun 2001 atau sekitar 2 tahun setelah berlakunya UU Bank Indonesia No.23/1999. Wacana ini berkembang sejak adanya rekomendasi 4 orang anggota Tim Panel yang dibentuk Pemerintah RI dan IMF untuk melakukan Kajian tentang Amandemen atas Undang-Undang Bank Indonesia tahun 1999. Keempat orang itu adalah Sutan Remy Sjahdeini, Boediono, Donald T. Brash (Gubernur Bank Sentral New Zealand), dan Roberto Zahler Mayanz (Mantan Gubenur Bank Sentral Chilie).

Pada tahun 2005, proses pembentukan BSBI dimulai dengan pengusulan calon Anggota BSBI oleh Presiden RI kepada DPR RI, yang dilanjutkan dengan fit and proper test oleh DPR RI dengan memilih 5 Anggota BSBI untuk periode pertama. Kelima anggota BSBI tersebut yaitu Sutan Remy Sjahdeini (Ketua), Romli Atmasasmita, Marsuki, Widigdo Sukarman, Anny Ratnawati.

Ketua dan Anggota BSBI ditetapkan dalam Surat Keputusan Presiden RI untuk masa jabatan selama tiga tahun. Hingga kini, keberadaan BSBI berlanjut dan berkontribusi untuk ikut menjaga kepercayaan publik terhadap independensi bank sentral sebagaimana yang dianut dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

 

BSBI Dari Waktu Ke Waktu

 

Periode  :  2005 – 2008


Sutan Remi Sjahdeini
Romli Atmasasmita
Marsuki
Widigdo Sukarman
Anny Ratnawati

 

Periode : 2010 – 2013


Umar Juoro
Rama Pratama
Ahmad Erani Yustika
Marsuki
Akhmad Syakhroza

 

Periode : 2013 – 2017


Umar Juoro
M. Fadhil Hasan
Chaerul D. Djakman
Sri Adiningsih
Ahmad Erani Yustika

 

Periode : 2017 – 2020


M. Fadhil Hasan
Muhammad Edhie Purnawan
Candra Fajri Ananda
Hikmahanto Juwana
Tony Prasetiantono