Navigation Menu

BSBI : Peran Bank Indonesia harus diperluas

By on Apr 22, 2014 in Berita Eksternal |

Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) menilai peran Bank Indonesia harus diubah dan diperluas tidak hanya menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tetapi juga untuk mendukung pembangunan ekonomi di daerah. “Peran Bank Indonesia tidak hanya fokus pada pengendalian moneter tapi juga mendorong pertumbuhan sektor ekonomi di daerah,” ujar Fadli Hasan dari Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) dalam seminar yang digelar Internastional Center For Applied Finanze and Economics (InterCAFE) IPB di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin. Dalam seminar yang mengangkat tema “Peran Bank Indonesia Dalam Pengembangan Ekonomi Daerah” Fadli menjelaskan, kondisi perekonomian di Indonesia saat ini mengalami kerapuhan struktur ekonomi dan persoalan kualitas tenaga kerja. Ia mengatakan banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi diantaranya, adanya ketimpangan antara sektor-sektor dan ketimpangan di daerah. Perekonomian di Indonesia khususnya di daerah berada pada tiga sektor yakni pertanian, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan infrastruktur. “Sayangnya tiga sektor ini tidak mendapatkan perhatian dari perbankan. Persoalan yang dihadapi ketiga sektor ini adalah permodalan,” ujar Fadli. Terbatasnya perhatian perbankan pada tiga sektor ini karena berbagai faktor, diantaranya pengaruh ritel dan resiko yang rendah serta pengembalian pinjaman yang jangka panjang. Oleh karena itu perbankan lebih melirik sektor nonkredible. Situasi ini lanjut dia yang membuat sektor perekonomian memburuk dan sehingga menyebabkan pertanian menjadi sangat rapuh. Menurutnya, tiga sektor yakni pertanian, UMKM dan infrastruktur merupakan sektor ekonomi di Indonesia, karena peran BI yang tidak mendukung kertiga sektor tersebut penyebab kerapuhan ekonomi tadi. Ia mengatakan, upaya BI dalam mendukung sektor ekonomi tersebut dengan kebijakan fiskal, namun hal tersebut juga terbatas karena terjebak dalam tugas sebagai pelaksana kebijakan moneter. “Maka untuk mengatasi persoalan pembiayaan ditiga sektor tersebut dilakukan lewat hutang, perbankan sehingga solusi ini juga tidak efisien,” ujarnya. Menurut Fadli, sektor perbankan tidak sistemik membiaya tiga sektor tersebut karena lebih tertarik membiaya sektor nonkredible. Di satu sisi tiga sektor perekonomian tersebut yang membangun perekonomian di masyarakat. Fadli mengatakan, terbatasnya peran BI itu dikarenakan Undang-Undang yang mengatur bank sentral Indonesia tersebut yang membatasi perannya. Oleh karena itu revisi Undang-Undang BI perlu dilakukan agar peran BI kedepan lebih diperluas. “Saat ini DPR sedang membahas peran Bank Indonesia kedepannya melalui revisi Undang-Undang BI. Penting kiranya BI peranannya tidak hanya untuk inflasi dan moneter tapi bisa membantu tiga sektor tadi, yakni mensejahterakan masyarakat dan terbukanya lapangan...

Read More

DPR ingin BSBI telaah lembaga lain

By on Aug 21, 2013 in Berita Eksternal |

JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memiliki harapan yang berbeda pada pemilihan Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) kali ini. Para wakil rakyat ini ingin bahwa BSBI turut melakukan penelaahan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Kementerian Keuangan. Saya berharap mereka bisa melakukan penelaahan ke lembaga tersebut, yang berhubungan dan melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI),” ucap Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis, kepada KONTAN, Senin, (8/7). Ia menyadari hal tersebut tak dinyatakan dalam Undang Undang. Untuk itu, DPR pun akan membahas apabila hal ini akan berujung pada perubahan UU negara. Keberadaan BSBI ini berlandaskan pada pengesahan amendemen UU No 23 Tahun 1999 menjadi UU No 3 Tahun 2004 Tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia pada 15 Januari 2004. Tujuan utama pembentukan BSBI adalah membantu kinerja Komisi XI dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap BI. Namun, pengawasan BSBI terhadap BI sangat terbatas dalam aspek-aspek tertentu yang diatur dalam UU No 3 Tahun 2004. Rencana perluasan tugas dan wewenang anggota BSBI ini pun belum disetujui oleh seluruh anggota Komisi XI. Harry bilang, ia akan melihat apakah nantinya akan ada cukup anggota komisi akan setuju untuk mengubah kewajiban BSBI ini. Selain itu, Harry juga melihat bahwa keberadaan BSBI ini kurang tenar di telinga masyarakat. Padahal tugasnya penting dalam mengawasi bank sentral Indonesia. Karena itu, ia berharap akan ada eksistensi yang lebih bagi kinerja para anggota BSBI nantinya.   Sumber:...

Read More