Navigation Menu

SEMINAR “Peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi Daerah”

By on Apr 22, 2014 in Berita Internal |

Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) bekerja sama dengan IKOPIN, Jum’at (14/3) menyelenggarakan seminar yang bertema “Peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Pengembangan Ekonomi Daerah” di gedung Suhardani Kampus IKOPIN Jatinangor, Jawa Barat. Seminar yang dibuka oleh Dr. Umar Juaro, MA., MAPE. selaku pimpinan BSBI menghadirkan para narasumber yaitu: Dr.(HC). Burhanuddin Abdullah, MA. (Rektor IKOPIN), Dr. Ade Komarudin, MH. (Komisi XI DPR RI), Ir. M. Fadhil Hasan, MSc.Phd. (BSBI), Dr. Dian Ediana Rae, SH., LLM (Kantor BI Bandung). Sedangkan para peserta berasal dari berbagai kalangan seperti perbankan, gerakan koperasi, mahasiswa, dan masyarakat umum lainnya. Kegiatan seminar dipandu oleh Ir. Indra Fahmi, MP. berlangsung sangat dinamis sehingga banyak respon dari para peserta seminar yang menanyakan berbagai terkait peran kantor perwakilan BI, terutama berkenaan dengan pengembangan Koperasi dan UMKM di daerah. Sumber :...

Read More

BSBI : Peran Bank Indonesia harus diperluas

By on Apr 22, 2014 in Berita Eksternal |

Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) menilai peran Bank Indonesia harus diubah dan diperluas tidak hanya menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tetapi juga untuk mendukung pembangunan ekonomi di daerah. “Peran Bank Indonesia tidak hanya fokus pada pengendalian moneter tapi juga mendorong pertumbuhan sektor ekonomi di daerah,” ujar Fadli Hasan dari Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) dalam seminar yang digelar Internastional Center For Applied Finanze and Economics (InterCAFE) IPB di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin. Dalam seminar yang mengangkat tema “Peran Bank Indonesia Dalam Pengembangan Ekonomi Daerah” Fadli menjelaskan, kondisi perekonomian di Indonesia saat ini mengalami kerapuhan struktur ekonomi dan persoalan kualitas tenaga kerja. Ia mengatakan banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi diantaranya, adanya ketimpangan antara sektor-sektor dan ketimpangan di daerah. Perekonomian di Indonesia khususnya di daerah berada pada tiga sektor yakni pertanian, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan infrastruktur. “Sayangnya tiga sektor ini tidak mendapatkan perhatian dari perbankan. Persoalan yang dihadapi ketiga sektor ini adalah permodalan,” ujar Fadli. Terbatasnya perhatian perbankan pada tiga sektor ini karena berbagai faktor, diantaranya pengaruh ritel dan resiko yang rendah serta pengembalian pinjaman yang jangka panjang. Oleh karena itu perbankan lebih melirik sektor nonkredible. Situasi ini lanjut dia yang membuat sektor perekonomian memburuk dan sehingga menyebabkan pertanian menjadi sangat rapuh. Menurutnya, tiga sektor yakni pertanian, UMKM dan infrastruktur merupakan sektor ekonomi di Indonesia, karena peran BI yang tidak mendukung kertiga sektor tersebut penyebab kerapuhan ekonomi tadi. Ia mengatakan, upaya BI dalam mendukung sektor ekonomi tersebut dengan kebijakan fiskal, namun hal tersebut juga terbatas karena terjebak dalam tugas sebagai pelaksana kebijakan moneter. “Maka untuk mengatasi persoalan pembiayaan ditiga sektor tersebut dilakukan lewat hutang, perbankan sehingga solusi ini juga tidak efisien,” ujarnya. Menurut Fadli, sektor perbankan tidak sistemik membiaya tiga sektor tersebut karena lebih tertarik membiaya sektor nonkredible. Di satu sisi tiga sektor perekonomian tersebut yang membangun perekonomian di masyarakat. Fadli mengatakan, terbatasnya peran BI itu dikarenakan Undang-Undang yang mengatur bank sentral Indonesia tersebut yang membatasi perannya. Oleh karena itu revisi Undang-Undang BI perlu dilakukan agar peran BI kedepan lebih diperluas. “Saat ini DPR sedang membahas peran Bank Indonesia kedepannya melalui revisi Undang-Undang BI. Penting kiranya BI peranannya tidak hanya untuk inflasi dan moneter tapi bisa membantu tiga sektor tadi, yakni mensejahterakan masyarakat dan terbukanya lapangan...

Read More